Langsung ke konten utama

Penyaluran MBG Selama Bulan Puasa Disesuaikan, Ada Empat Skema

 

Penyaluran MBG Selama Bulan Puasa Disesuaikan, Ada Empat Skema

Dalam rangka memastikan keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemerintah menegaskan bahwa penyaluran MBG tetap berjalan selama bulan Ramadan dengan sejumlah penyesuaian mekanisme. Penyesuaian ini dilakukan agar seluruh penerima manfaat tetap memperoleh asupan gizi yang memadai tanpa mengganggu pelaksanaan ibadah puasa.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyampaikan bahwa kebijakan penyesuaian penyaluran MBG selama Ramadan telah disiapkan secara matang dengan mempertimbangkan aspek kesehatan, kebutuhan gizi, serta kondisi sosial dan budaya masyarakat.

“Program MBG tetap berjalan selama bulan puasa. Penyesuaian mekanisme penyaluran dilakukan agar manfaat program tetap dirasakan secara optimal, sekaligus menghormati pelaksanaan ibadah Ramadan,” ujar Dadan Hindayana.

Selama bulan Ramadan, penyaluran MBG akan dilaksanakan melalui empat skema, yaitu:

  1. Skema Konsumsi Saat Berbuka Puasa
    Makanan bergizi disalurkan untuk dikonsumsi saat berbuka puasa, dengan komposisi gizi yang disesuaikan agar dapat mengembalikan energi dan kebutuhan nutrisi setelah berpuasa.

  2. Skema Konsumsi Saat Sahur
    Penyaluran MBG dilakukan dengan pengaturan waktu dan menu yang mendukung kebutuhan gizi saat sahur, sehingga penerima manfaat tetap memiliki stamina yang cukup sepanjang hari.

  3. Skema Pemberian Makanan Siap Saji atau Paket Bawa Pulang
    Penerima manfaat diberikan paket makanan bergizi yang dapat dibawa pulang dan dikonsumsi sesuai waktu yang ditentukan, baik saat sahur maupun berbuka.

  4. Skema Penyesuaian Waktu dan Lokasi Penyaluran
    Penyaluran dilakukan dengan fleksibilitas waktu dan lokasi, menyesuaikan kondisi daerah serta kebiasaan masyarakat setempat selama bulan Ramadan.

Melalui penyesuaian ini, pemerintah berharap program MBG tetap dapat menjangkau seluruh kelompok sasaran, termasuk anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan kelompok rentan lainnya, tanpa mengurangi kualitas layanan gizi.

Dinas Kesehatan bersama instansi terkait akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi selama pelaksanaan program di bulan Ramadan, guna memastikan penyaluran berjalan lancar, tepat sasaran, dan sesuai dengan standar gizi yang telah ditetapkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nelayan Lansia Asal Karangasem Hilang Saat Melaut, Pencarian Terkendala Cuaca Ekstrem

  Jakarta – Seorang nelayan lanjut usia asal Karangasem, Bali , bernama I Nengah Sarem (68) dilaporkan hilang saat melaut di perairan Bunutan, Kecamatan Abang , sejak Jumat (6/2/2026) sore . Hingga Sabtu (7/2/2026) , upaya pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan belum membuahkan hasil akibat cuaca ekstrem dan gelombang tinggi . Korban diketahui berangkat melaut seorang diri pada Jumat sekitar pukul 14.30 WITA . Namun hingga malam hari, I Nengah Sarem tidak kunjung kembali ke daratan. Kekhawatiran atas keselamatan korban mendorong pihak keluarga dan rekan sesama nelayan melakukan pencarian mandiri. Sebanyak 10 jukung sempat dikerahkan untuk menyisir perairan hingga ke arah selatan Lombok . Karena pencarian tidak membuahkan hasil, kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke pihak berwenang. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya , membenarkan laporan orang hilang tersebut. Ia menyebutkan bahwa laporan resmi diterima oleh petugas siaga pada Sabtu puk...

Skrining Kesehatan Diperketat di Bandara Semarang untuk Antisipasi Virus Nipah

Semarang – Dinas Kesehatan bersama Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Semarang memperketat pelaksanaan skrining kesehatan di Bandara Jenderal Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah , sebagai langkah antisipatif terhadap potensi masuknya Virus Nipah melalui jalur transportasi udara internasional. Penguatan pengawasan ini dilakukan seiring meningkatnya kewaspadaan terhadap penyakit menular yang berpotensi menimbulkan dampak serius bagi kesehatan masyarakat. Sebagai bagian dari prosedur pengendalian, petugas BKK Kelas I Semarang melakukan pemindaian suhu tubuh (thermal scanning) terhadap penumpang internasional, khususnya penumpang yang datang dari Malaysia , setibanya di Bandara Jenderal Ahmad Yani. Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Semarang menyampaikan bahwa langkah skrining ini merupakan upaya deteksi dini untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya penumpang yang mengalami gejala awal penyakit menular. “Pemeriksaan suhu tubuh dan pemantauan kondisi kesehatan penum...